Rabu, 11 November 2015

Priview Rekonsiliasi Bank



REKONSILIASI BANK

Pengertian Rekonsiliasi Bank adalah suatu pencatatan yang dilakukan oleh Perusahaan terhadap bank, untuk menilai apakah yang dicatat perusahaan sama persis dengan yang dicatat oleh bank dan rekonsiliasi bank ini juga bisa dibilang sebagai pengawasan karena dia mengawasi setiap saldo perusahaan terhadap bank, apakah saldo yang dicatat oleh perusahaan sama dengan saldo yang dicatat oleh bank.

Pos-pos yang terdapat di dalam Rekonsiliasi bank :

1.      Setoran dalam perjalanan ( Deposit in transite )
Maksudnya adalah setoran yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, namun si bank ini belum mencatat setoran tersebut.

2.      Cek yang masih beredar ( Outstanding check )
Maksudnya adalah suatu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, namun si pihak bank ini belum mencairkan cek tersebut

3.      Pelunasan piutang dagang
Adalah apabila ada salah satu pihak yang meminjam uang sebuah perusahaan dan sudah melunasi hutangnya kepada perusahaan tersebut melalui bank

4.      Biaya bank
Ialah biaya yang harus dibayar oleh sebuah perusahaan, namun perusahaan lupa untuk membayarnya, sehingga yang terjadi adalah saldo kas pada perusahaan akan berkurang

5.      Cek kosong
Artinya adalah cek yang sudah dikeluarkan dan di cek itu sudah tercantum nilai uang, akan tetapi di dalam cek itu tidak ada nama penerimanya, nah itulah yang dinamakan cek kosong, dan cek kosong ini sangat berbahaya, karena tidak ada nama si penerimanya, kalau misalkan anda menemukai cek kosong, anda pun bisa langsung mencairkan cek tersebut dengan nilai uang yg sudah tertulis di dalam cek tersebut.

Ada 2 cara untuk penyusunan Rekonsiliasi Bank
1.      Mencari saldo yang benar
Artinya misalkan perusahaan menabung di bank, nah perusahaan ini ingin tau berapa saldo nya yang ada di bank, dan untuk melihat hitungan nya kita harus melihat dari dua sisi, yaitu dari sisi catatan menurut perusahaan, dan catatan menurut bank, dan kita harus buat jurnal penyesuaian nah jurnal ini dibuat untuk koreksi jika terjadi kesalahan pencatatan diantara bank dan perusahaan

2.      Mencari saldo perusahaan melalui pencatatan bank
Maksudnya adalah saldo yang dicatat oleh bank harus sama dengan yang di catat oleh perusahaan, dan saldo bank harus mengikuti arus dari saldo perusahaan.

Contoh Soal :

Buatlah rekonsiliasi bank per 31 Desember 2015 untuk PT IASMM sebagai berikut :
a.       Saldo kas per 31 Desember 2015, menurut laporan bank adalah sebesar Rp 66.611.190
b.      Saldo kas per 31 Desember 2015 menurut catatan perusahaan adalah sebesar
Rp 56.679.510
c.       Biaya bank untuk bulan Desember sebesar Rp 39.000 belum di catat oleh perusahaan
d.      Cek – cek yang masih beredar sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp 6.357.060
e.       Pelunasan piutang dagang dari seorang langganan melalui bank pada tanggal 28 Desember 2015 belum di catat perusahaan, jumlah pelunasan tersebut adalah sebesar Rp 15.613.620
f.       Setoran tanggal 30 Desember 2015 sebesar Rp 12.000.000 belum tercantum dalam laporan bank.

Jawab :

PT IASMM
REKONSILIASI BANK
PER 31 DESEMBER 2015
Saldo menurut bank                                              Rp 66.611.190
      Ditambah
Setoran dalam perjalanan                                      Rp 12.000.000
      Jumlah :                       Rp 78.611.190
      Dikurang
Cek yang masih beredar    Rp 6.357.060
      Saldo yang benar :                  Rp 72.254.130
Saldo menurut Perusahaan                                    Rp 56.679.510
      Ditambah
Pelunasan piutang                                                 Rp 15.613.620
Jumlah                               Rp 72.293.130
Dikurang
Biaya bank                        Rp 39.000
Saldo yang benar :                        Rp 72.254.130

Catatan :
Saldo yang benar dari perusahaan dan saldo yang benar dari bank keduanya harus Balance.

Sumber : Priview kelompok-5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar